PEMBINAAN GURU



Pa Tirwan, S.Pd.MM.Pd



      Monitoring pada Tahap Perencanaan Proses Pembelajaran
Monitoring pada tahap perencanaan proses pembelajaran meliputi unsur silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar. dan kelengkapan lainnya.

 INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA GURU SEBELUM DAN/ATAU SESUDAH PELAKSANAAN PEMBINAAN

MATERI PEMBINAAN : ADMINISTRASI GURU (PERENCANAAN PEMBELAJARAN)

Nama Sekolah  : UPTD SDN 2 Malangsari                                        Guru Kelas/Mapel : Kelas 1
Nama Guru : Nemi, S.Pd.                                                                    Jumlah Jam T.M   : 24


NO
ASPEK PEMBINAAN
KONDISI
DESKRIPSI
ADA
TIDAK ADA
1
KALENDER PENDIDIKAN



2
PROGRAM TAHUNAN



3
PROGRAM SEMESTER



4
SILABUS



5
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN



6
JADWAL TATAP MUKA



7
AGENDA HARIAN



8
DAFTAR NILAI (SIKAP, PENGETAHUAN, DAN KETERAMPILAN)



9
KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL



10
ABSENSI SISWA



11
BUKU PEGANGAN GURU



12
BUKU TEKS SISWA






 Telah disebutkan bahwa esensial supervisi pembelajaran bukan semata-mata mengukur unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan juga bagaimana membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalnya. Meskipun demikian, supervisi pembelajaran tidak terlepas dari pengukuran kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran. Pengukuran kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang tidak bisa dihindarkan dalam proses supervisi pembelajaran (Sergiovanni, 1987). Prinsip dasar ini tampak pada langkah-langkah pembinaan keterampilan pembelajaran guru. Menurut Marks, Stoops dan Stoops, sebagaimana telah dibahas di muka, salah satu langkahnya berupa analisis kebutuhan. Esensial langkah analisis kebutuhan adalah mengukur pengetahuan dan kemampuan untuk menentukan pengetahuan dan kemampuan mana pada guru yang harus dibina. Ini berarti dalam setiap merencanakan dan memprogram supervisi pembelajaran selalu diperlukan instrumen pengukuran.
Instrumen untuk mengukur kemampuan guru, karena lebih berbentuk performansi atau perilaku (behavioral), biasanya digunakan instrumen observasi yang mengamati unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran. Instrumen ini sering diambil dari yang sudah ada, yang sudah valid dan reliabel, maupun dapat dikembangkan sendiri oleh supervisor. Apabila ingin mengembangkan sendiri instrumen observasi, maka disarankan agar merujuk pada jenis-jenis kemampuan pembelajaran yang harus dimiliki oleh guru. Setiap jenis kemampuan yang dikembangkan dalam instrumen observasi harus disediakan skala pengukuran.
Ada bermacam-macam skala pengukuran, misalnya skala tiga, skala lima, dan skala tujuh. Apabila digunakan skala tiga, maka bentuknya menjadi tidak mampu (1), cukup mampu (2), dan mampu (3). Apabila digunakan skala lima, maka bentuknya menjadi sangat kurang mampu (1), kurang mampu (2), cukup mampu (3), mampu (4), dan sangat mampu (5). Semakin kecil skor kemampuannya semakin perlu dibina. Semakin rendah skornya berarti guru semakin tidak mampu mengelola proses pembelajaran.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI pernah mengembangkan satu instrumen pengukuran yang disebut dengan Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). APKG ini merupakan instrumen yang telah dikembangkan dan resmi digunakan untuk mengukur kemampuan guru yang bersifat generic essensial. Dikatakan generic karena kemampuan tersebut secara umum harus dimiliki oleh setiap guru bidang studi apapun. Dikatakan essential karena kemampuan tersebut merupakan kemampuan-kemampuan yang penting saja. Ini tidak berarti bahwa kemampuan yang lain tidak perlu melainkan masih sangat diperlukan hanya harus diukur melalui instrumen lainnya (Depdikbud, 1982).


 IBU NEMI, S.Pd Guru Kelas 1 sedang dilihat Oleh Pengawas Kelengkapan persiapan mengajar/ADM guru.


Doc.UPTD SDN 2 Malangsari





















0 komentar: